Minggu, 13 Desember 2015

Pembangkit LIstrik Tenaga Mini Hydro


Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH)

PLTMH adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunkan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya dengan cara membendung aliran sungai (untuk menaikan elevasi permukaan air), dan selanjutnya air diambil melalui bangunan intake, disalurkan dengan bangunan saluran pembawa ( Waterway dan Tunnel)  menuju bak menenang / headpond, selanjutnya di alirkan melalui sebuah sebuah pipa pesat (penstock) kedalam rumah pembangkit / power house yang pada umumnya di bangun di bagian tepi sungai untuk menggerakkan turbin. Energi mekanik yang berasal putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Konstruksi Bangunan (infrastruktur) Yang Dikerjakan Untuk PLTM Bantaeng
Bendung (Weir)
Bendung adalah suatu bangunan yang dibuat dari pasangan batu kali, bronjong, atau beton, yang terletak melintang pada sebuah sungai yang berfungsi meninggikan muka air agar dapat dialirkan ke tempat tempat yang memerlukan. Bangunan ini dapat digunakan untuk keperluan lain seperti untuk keperluan air minum, pembangkit listrik atau pengglontoran suatu kota. Proses pelaksanaan pembangunan bendung biasanya diawali dengan pembangunan cofferdam dan conduit yang berfungsi mengalihkan aliran sungai yang menuju ke tubuh bendung dan menjaga kondisi lokasi pekerjaan dari genangan air yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. Setelah pekerjaan Saluran Pengelak dan Cofferdam selesai dan berfungsi dengan baik, pekerjaan selanjutnya adalah pekejaan utama bendung.

a.   Sandtrap

Sandtrap digunakan untuk mengendapkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari sandtrap sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir (terjadinya sedimentasi).Sandtrap biasanya didesain dengan ukuran lebar 3-5 m dan  panjang 5 m, Dengan begitu diharapkan agar partikel-partikel pasir dapat terpisahkan pada bagian ini dan komponen-komponen lain tidak terkena dampak pasir.

a.       Waterway
Waterway berfungsi sebagai pengantar aliran air dari bendung menuju tunnel dan untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan hingga ke headpond. Panjang waterway 1500 meter dan lebar 1,5 meter. Akibat keterbatasan lahan yang di bebaskan.
Pada Proyek  ini menggunakan 2 tipe saluran yakni saluran terbuka dan saluran tertutup, dengan ukuran lebar bawah saluran 1,5 m, lebar atas 3,8 m dan tinggi saluran 2,3 m. Dengan demikian diharapkan Head loses yang terjadi sesuai dengan analisis perencanaan awal. 

a.       Terowong (Tunnel)
Terowongan adalah struktur bawah tanah yang mempunyai panjang lebih dari lebar penampang galiannya, dan mempunyai gradien memanjang kurang dari 15%. Terowongan umunya tertutup di seluruh sisi kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada lingkungan luar. Namun ada juga terowong yang hanya terbuka satu sisi, biasanya terowong tersebut digunakan di industri tambang.
Pada proyek  ini menggunakan tunnel untuk menghubungkan waterway agar elevasi tetap terjaga. Hal ini disebabkan lokasi/kondisi existing medan yang sulit jika waterway dikonstruksi sepanjang stasioning tersebut. 

a.       Bak Penenang (Headpond)
Headpond berfungsi untuk mengatur perbedaan keluaran air antara penstock dan waterway, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air. Lokasi headpond pada proyek ini berada pada ketinggian 114 m dari rumah turbin, hal ini dilakukan agar turbin mendapat debit air yang sesuai.
Headpond pada proyek ini memiliki lebar 8,5 m dan panjang 28,5 m. Untuk material yang digunakan untuk konstruksi utamanya adalah pasangan batu.

a.       Pipa Pesat (Penstock)
Penstock atau pipa bertekanan berfungsi mengalirkan air bertekanan ke dalam power house (turbin). Desain penstock harus dibuat sedemikian rupa agar energi potensial air tidak berkurang signifikan sehingga mampu menjalankan turbin dengan efisien. Diameter penstock 1,4 meter dan panjang 450 meter. 

a.      Rumah Pembangkit(Power House) dan  Saluran Pembuang (Tailrace)
Power house adalah bangunan tempat memasang mesin pembangkit yaitu turbin, generator, panel kontrol, peralatan pendukung, serta ruang untuk operator. Power house di desain untuk melindungi mesin pembangkit dan peralatan lainnya dari perubahan cuaca. Dalam pembangunan power house harus diperhatikan kekuatan pondasi, terutama pondasi turbin yang akan menahan gaya potensial dan kinetik dari air yang mengalir melalui pipa pesat (penstock) dan turbin. Standar minimal bangunan power house harus dilengkapi dengan ruang mesin, ruang operator, kantor dan kamar mandi.
Power house berfungsi sebagai rumah turbin dan generator sebagai alat pembangkit listrik. Sedangkan Tailrace (Saluran pembuang) adalah tempat menyalurkan air setelah melewati turbin, yang selanjutnya kembali mengalir ke sungai semula. Dimensi tailrace harus sedemikian rupa sehingga cukup untuk menampung aliran air maksimal yang keluar dari turbin sehingga tidak terjadi banjir.
Konstruksi dalam proyek ini menngunakan konstruksi terowong (Tunnel). Hal ini direncanakan lebih efektif melihat kondisi lahan kerja yang sempit. 



sukses



Tidak ada komentar:

Posting Komentar