Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH)
PLTMH
adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunkan tenaga air sebagai
tenaga penggeraknya dengan cara membendung aliran sungai (untuk menaikan
elevasi permukaan air), dan selanjutnya air diambil melalui bangunan intake,
disalurkan dengan bangunan saluran pembawa (
Waterway dan Tunnel) menuju bak
menenang / headpond, selanjutnya di
alirkan melalui sebuah sebuah pipa pesat (penstock)
kedalam rumah pembangkit / power house yang
pada umumnya di bangun di bagian tepi sungai untuk menggerakkan turbin. Energi
mekanik yang berasal putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik
oleh sebuah generator. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah
ini:
Konstruksi
Bangunan (infrastruktur) Yang Dikerjakan Untuk PLTM Bantaeng
Bendung
(Weir)
Bendung adalah suatu bangunan yang dibuat
dari pasangan batu kali, bronjong, atau beton, yang terletak melintang pada
sebuah sungai yang berfungsi meninggikan muka air agar dapat dialirkan ke
tempat tempat yang memerlukan. Bangunan ini dapat digunakan untuk keperluan
lain seperti untuk keperluan air minum, pembangkit listrik atau pengglontoran
suatu kota. Proses pelaksanaan pembangunan bendung biasanya diawali dengan pembangunan cofferdam dan conduit yang berfungsi mengalihkan
aliran sungai yang menuju ke tubuh bendung dan menjaga kondisi lokasi pekerjaan
dari genangan air yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. Setelah
pekerjaan Saluran Pengelak dan Cofferdam selesai dan berfungsi dengan baik,
pekerjaan selanjutnya adalah pekejaan utama bendung.
a. Sandtrap
Sandtrap digunakan untuk mengendapkan
partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari sandtrap sangat penting untuk
melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir (terjadinya
sedimentasi).Sandtrap biasanya didesain dengan ukuran lebar 3-5 m dan panjang 5 m, Dengan begitu diharapkan agar
partikel-partikel pasir dapat terpisahkan pada bagian ini dan komponen-komponen
lain tidak terkena dampak pasir.
a. Waterway
Waterway berfungsi sebagai pengantar
aliran air dari bendung menuju tunnel dan untuk menjaga elevasi dari air
yang disalurkan hingga ke headpond. Panjang waterway 1500 meter dan
lebar 1,5 meter. Akibat keterbatasan lahan yang di bebaskan.
Pada Proyek ini menggunakan 2 tipe saluran yakni saluran terbuka dan saluran
tertutup, dengan ukuran lebar bawah saluran 1,5 m, lebar atas 3,8 m dan tinggi
saluran 2,3 m. Dengan demikian diharapkan Head loses yang terjadi sesuai
dengan analisis perencanaan awal.
a. Terowong
(Tunnel)
Terowongan adalah struktur bawah tanah
yang mempunyai panjang lebih dari lebar penampang galiannya, dan mempunyai
gradien memanjang kurang dari 15%. Terowongan umunya tertutup di seluruh sisi
kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada lingkungan luar. Namun ada juga
terowong yang hanya terbuka satu sisi, biasanya terowong tersebut digunakan di
industri tambang.
Pada proyek ini menggunakan tunnel untuk menghubungkan waterway agar elevasi tetap
terjaga. Hal ini disebabkan lokasi/kondisi existing medan yang sulit jika
waterway dikonstruksi sepanjang stasioning tersebut.
a. Bak
Penenang (Headpond)
Headpond
berfungsi untuk mengatur perbedaan keluaran air antara penstock dan waterway,
dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air. Lokasi headpond pada proyek ini berada pada ketinggian 114 m dari rumah
turbin, hal ini dilakukan agar turbin mendapat debit air yang sesuai.
Headpond pada proyek ini memiliki lebar 8,5
m dan panjang 28,5 m. Untuk material yang digunakan untuk konstruksi utamanya
adalah pasangan batu.
a. Pipa
Pesat (Penstock)
Penstock
atau pipa bertekanan
berfungsi mengalirkan air bertekanan ke dalam power house (turbin). Desain penstock harus dibuat sedemikian rupa agar
energi potensial air tidak berkurang signifikan sehingga mampu menjalankan
turbin dengan efisien. Diameter penstock
1,4 meter dan panjang 450 meter.
a. Rumah
Pembangkit(Power House) dan Saluran Pembuang (Tailrace)
Power
house adalah bangunan tempat memasang mesin pembangkit
yaitu turbin, generator, panel kontrol, peralatan pendukung, serta ruang untuk
operator. Power house di desain untuk
melindungi mesin pembangkit dan peralatan lainnya dari perubahan cuaca. Dalam
pembangunan power house harus diperhatikan
kekuatan pondasi, terutama pondasi turbin yang akan menahan gaya potensial dan
kinetik dari air yang mengalir melalui pipa pesat (penstock) dan turbin. Standar minimal bangunan power house harus dilengkapi dengan ruang mesin, ruang operator,
kantor dan kamar mandi.
Power
house berfungsi sebagai rumah turbin dan generator sebagai
alat pembangkit listrik. Sedangkan Tailrace
(Saluran pembuang) adalah tempat menyalurkan air setelah melewati turbin,
yang selanjutnya kembali mengalir ke sungai semula. Dimensi tailrace harus sedemikian rupa sehingga
cukup untuk menampung aliran air maksimal yang keluar dari turbin sehingga
tidak terjadi banjir.
Konstruksi dalam proyek
ini menngunakan konstruksi terowong (Tunnel). Hal ini direncanakan lebih efektif melihat kondisi lahan
kerja yang sempit.
sukses

Tidak ada komentar:
Posting Komentar